Cari Blog Ini

winnie the pooh

winnie the pooh
pooh

Rabu, 19 Juni 2013

Orang ketiga

pagi ini ku hela nafas panjang
ya, pagi ini aku bagai diterpa angin topan
tapi bukan angin topan yang memporak-porandakan kota kelahiranku
tetapi angin topan yang telah menghancurkan segumpal hati dalam jiwaku
terang saja, ini hati loh bukan baja
ada kabar dari sana bahwa aku ini adalah ORANG KETIGA!
bayangkan? orang ketiga? what? 
dalam sejarah hidupku, nggak pernah aku membuat list perjalanan hidupku harus merebut pacar orang atau bisa disebut orang ketiga!
tapi ntah kenapa bisa begini?
ya, begitulah hidup. penuh cobaan berat dan sekarang aku yang mengalami cobaan tersebut.

pesan singkat dan panggilan terus menyerangku, 
kucoba abaikan semuanya,
karena memang disini bukan aku yang salah
tepatnya aku tak tau apapun soal dia punya pacar,
dan tepatnya lagi bukan nggak tau tapi dia bilang dia udah PUTUS
nggak mungkinkan aku mau bahas-bahas tentang masa lalu dia
aku nggak suka itu
dan hidupku selama ini selalu mempercayai orang, siapapun itu
dan itulah kelemahanku
mau saja dikibuli oleh laki-laki. 

balik ke topik tadi, aku terus digentayangi oleh pesan singkat dan panggilan yang ntah apa harus aku menyebutnya
akhirnya kubuka satu per satu pesan singkat itu, 
waduh penuh dengan cercaan dan makian, panas dan sakit hati pastilah ya
tapi nggak aku ambil pusing
lalu panggilan itu pun menyerangku lagi
dengan rasa malas, aku angkatlah telfon itu
"halo, ada apa?" kata ku
"dek, maafin kakak ya. adek salah paham. dia mantan kakak, dia ambil B****B**** kakak di konter sewaktu kakak perbaiki" jelasnya
oh, begitu? so? masalah buat gue? kenapa ngadu-ngadu? itu urusanmu, bukan urusanku" hardikku
"please dek, kita jangan putus ya, kakak mohon, kasih kakak kesempatan kedua" pintanya
"no, thanks" jawabku singkat, lalu kumatikan telfon itu.

dan malam tiba pun, sms si makhluk itu menggangguku lagi,
aku abaikan semampuku, walau aku tau, aku bukan type orang yang cuek
aku lewati malam itu dengan rasa sakit yang teramat dalam

keesokan paginya,
panggilan itu lagi yang menghantam telingaku
dengan gontai aku angkat panggilan itu,
dia mengatakan agar aku bangun dan sholat,
tapi panggilan itu langsung aku putus, aku sudah muak dengan perhatian palsu itu

taukah kalian pembaca, 
siang harinya mendadak dia menelponku lagi,
ku reject sebanyak mungkin sampai aku yang lelah,
terpaksa aku angkat panggilan itu

mau tau nggak dia ngomong apa?

"dek, kayaknya kakak lebih milih R*** deh dibanding adek, maafin kakak ya dek" jelasnya
"..."
"dek, mau kan maafin kakak? jangan ganggu kakak lagi ya" tanyanya lagi
"menganggumu? sadarkah kau yang dari kemarin mengganggu ketenanganku? "tanyaku
"...! dek jawablah, mau kan maafin kakak?" desaknya
"menelponku hanya ingin mengatakan itu?" tanyaku
"iya dek" meyakini ku
tut...tut....tut.... aku matikan telfon itu

aku fikir,biarlah dia menyakitiku begini
aku coba tegar, 
kehilangan sesosok ayah saja aku bisa kuat, apalagi hanya ditinggal segelintir orang yang sebenarnya tidak penting

anda taukah pembaca?
malam harinya, dia memberikan pesan singkat yang menurutku pesan yang tak punya hati.
mau taukah?

pesan pertama
"thayank...."
pesan kedua
"thayank, lagi dimana?"
pesan ketiga
"thayank, tadi udah mandi sore nggak?"
pesan keempat
"thayank udah makan?"
pesan kelima
"thayank.... kok nggak dibalas?"

dan 10 panggilan tak terjawab
aku memang sengaja tak menjawab panggilan itu
karena apa? karena aku tau, 
sekali saja aku buka pintu,
maka dia akan memasang ribuan perangkap yang akan membuat aku terluka.

Selasa, 20 November 2012

bangkit

berikan aku sebutir ketenangan
agar aku bisa melukis sebuah kebahagiaan
diatas kanvas yang elok dan rupawan
berikan aku secangkir warna ceria
agar aku bisa berimajinasi
diatas awan yang indah dan mempesona
aku ingin menjadi sesosok insan
yang selalu berparas sempurna
agar tak terlukis raut suram yang tersirat
aku ingin menjadi seberkas cahaya
yang selalu bersinar
agar tak lagi tampak
aku yang dulu jatuh dalam keterpurukan

teriakan hati

aku menangis tanpa air mata
aku berteriak tanpa suara
hanya sakit menyiksa jiwa
menunggu sang pujangga

begitu rumit rasa ini
merasuk dalam hati
dan bila aku mati
sesal ini kan abadi

akankah penantian ini berujung bahagia?
atau hanya asa semata?
selalu kucoba tetap menghadapinya
walau berujung luka

rindu untukmu

ketika malam berjatuhan kerlap kerlipnya bintang
sampai terdamparnya sosok tata surya
dan untuk kesekian kalinya
aku merasakan kau begitu jauh
meski  kita masih berteduh di bawah langit yang sama
sayang...
jika kau masihh percya samudera itu biru
angin itu adalah satu
akan kusenandungkan rindu
lewat lagu, lewat angin, lewat sunyi
dan dentingnya malam

nelangsa sepi

sepi mengenalkanku pada sesosok kesunyian
sepi membawaku pada lambang kegalauan
lepaskan nelangsa sepi ini dari hidupku
raut suramku telah bosan
dengan angan-angan yang tak kunjung datang
seakan akan hidupku hanya dipenuhi khayalan
yang menari-nari di atas lingkaran ingatan
akankah aku sosok orang yang berimajinasi?
berimajinasi dan berkhayal
bahwa hidupku akan menjadi dongeng
berawal dengan keadaan suram yang menyakitkan
dan berakhir pada sebuah kata kebahagiaan dan kesempurnaan?
ntahlah...
mungkin memang harus aku lewati
jalan setapak nan terjal
yang akan membawaku
pada akhir yang indah
atau akan membawa pada akhir yang kelam

Hujan Penenangku

gemericik hujan membantuku
melepas satu persatu kancing kerisauanku
derap gemuruh halilintar
membantuku melepas sesak dalam nadiku
hujan menghilangkan dahagaku
aku menarik nafas
merasa semua penat didadaku lepas
terbang dan terurai
bersama air yang mengalir dan jatuh ke bumi
aku berharap
hujan selalu membantuku
melepas semua hiruk pikuk yang aku rasa
agar aku bisa bernafas dan berlari
tanpa beban yang menggantung di kakiku

Jumat, 21 September 2012

hujan dan teduh

kepadamu, aku menyimpan cemburu
dalam harapan yang tertumpuk oleh sesah dipenuhi ragu
terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka
dan kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup 
mungkin, jalan kita tidak bersimpangan
yaa, jalanmu dan jalanku
meski, diam-diam aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu
aku dan kamu seperti hujan dan teduh
pernahkah kau mendengar kisah mereka?
hujan dan teduh ditakdirkan bertemu
tetapi tidak bersamaan dalam perjalanan
seperti itulah cinta kita
seperti menebak langit abu-abu
mungkin, jalan kita memang tidak besimpangan
:'(

welcome

thanks ya udah mau mampir ke blog saya...
:)

Mengenai Saya

Foto saya
kata teman-teman saya,saya orangnya lebih memikirkan orang lain dibandingkan diri sendiri saya orang nya supel, enak diajak ngobrol mudah akrab dengan orang lain