Cari Blog Ini

Memuat...

winnie the pooh

winnie the pooh
pooh

Rabu, 25 Juni 2014

tentang cinta tanpa kata (broken heart)

pernah pada suatu waktu aku lupa caranya bicara. semua kata-kata tercekat. ini bukan hal pertama aku lupa caranya bicara. lantas diam. lalu mata kita bertemu. mata kita berbagi duka. tak ada yang bicara di sana dan tak ada yang bisa dibaca juga. kemudian, mata kita terkatup secara perlahan menyimpan apa-apa yang pernah kita rekam di dalamnya rapat-rapat. dalam diam tangan kita bergenggeman berteriak lantang.
"jangan pergi!" kata jemari-jemari kita.
aku hanya berharap tak lupa caranya bicara. tapi kata-kata hilang tercekat dalam luka. huruf-huruf itu berdarah. lewat genggaman yang terlepas, aku tahu aku sudah berusaha, aku selalu berusaha selalu ada tidak lewat kata. kini yang tersimpan hanya tinggal rahasia-rahasia yang tersimpan di dalam mata. matamu. mataku. bibirmu. bibirku. di setiap kerutnya tersimpan rindu yang satu per satu harus dihapus.
pada suatu waktu aku lupa caranya bicara. tapi, ku tak pernah lupa caranya mencintaimu. caranya bercinta denganmu. caranya menjadi punyamu. pada suatu waktu, ketika kata tidak perlu diucapkan, ketika itu aku mencintaimu. masih begitu.

Luka

hai luka, apa kabar?
masih ingat padaku?
mungkin hampir satu bulan lebih aku tidak menyapamu
selama ini kau yang selalu menemaniku dalam kesendirian
luka, maaf ya karena aku melupakanmu sejenak
aku hanya belajar mengenal sebuah bahagia
kau tau luka?
bahagia tak seperti yang aku bayangkan
dia terlalu melambungkanku setinggi langit diangkasa sana
lalu dia membiarkan aku jatuh tanpa ada genggaman berarti darinya
bantu aku, luka...
membuat semua menjadi seperti semula
menjadi baik-baik saja
pedih itu begitu perih, Luka..
kamu mengertikan Luka?
hari ini, 25 juni aku mencoba bangkit.
tenanglah luka, kali ini aku takkan pernah melepaskanmu dari rangkulanku. :)

Rabu, 18 Desember 2013

NOVEL 1: SOSOK ITU

malam ini, yang aku rasa bukan hanya sebuah duka
namun rasanya malam ini aku diselimuti dengan rasa rindu yang teramat sangat
bagaimana tidak, sejak 27 November 2006 silam, aku tak pernah lagi melihatnya
mencium aroma tubuhnya
tubuh yang dulu selalu berada disampingku, tubuh yang silam selalu melindungiku
ntah kemana puing-puing tulangnya berada 
telah bersatu dengan tanahkah? atau masih tetap mengarungi hidup tanpa aku

7 tahun silam, ia mengatakan tepat didepan mataku,
persis didepanku, "Ria, hari ini adalah hari terakhir dirimu melihatku"
sepanjang perjalananku ke sekolah, aku hanya bisa meneteskan air mata
yang aku fikir saat itu, dia tidak serius dengan ucapannya
setidaknya aku berfikir bahwa sepulang aku sekolah,
dia sudah berada dirumah, dengan senyum dan pelukan hangat untukku
tapi ternyata aku salah,
setelah dia mengucapkan itu padaku,
sampai detik ini dia tidak pernah lagi menampakkan sosoknya dihadapanku

kabar yang aku dengar selama 7 tahun ini amat beragam,
tapi tak pernah aku fikirkan karena aku yakin dia tidak begitu
tapi ada satu kabar yang membuat hatiku miris
kabar tentang kematiannya

bersambung....

Sabtu, 21 September 2013

aku rangkai lagi ilusi kesendirian
dengan fatamorgana sebuah keramaian
agar aku tak pucat pasi dengan keadaan
yang menikam relungku dengan kesunyian
terkadang jiwa lelah memikirkan alunan kehidupan
yang jarang seirama
dengan alunan syair kenyataan

biarkan

biarkan aku menangis
agar air mata ini jadi saksi bisu
bagaimana sakitnya luka dihati
biarkan aku berlari
agar kaki ini jadi bukti
betapa lelahnya dikhianati
biarkan aku jadi angin
agar kau tau
aku pernah berhembus dalam hidupmu
walau hanya kau anggap angin lalu

peka

aku takkan pernah berkata "aku marah"
aku takkan pernah bekata "aku cemburu"
aku takkan pernah berkata "aku sakit"
aku takkan pernah berkata "aku terluka"
aku takkan pernah berkata "aku butuh"
aku takkan pernah berkata apapun ketika aku merasa tak nyaman
aku bukan jaim, tak jujur, atau apalah
aku hanya ingin kamu peka disetiap gerak gerikku, tingkah lakuku, sifatku dan sikapku
tanpa harus aku yang mengatakannya

welcome

thanks ya udah mau mampir ke blog saya...
:)

Mengenai Saya

Foto Saya
kata teman-teman saya,saya orangnya lebih memikirkan orang lain dibandingkan diri sendiri saya orang nya supel, enak diajak ngobrol mudah akrab dengan orang lain